VI. DANGER
“Eh astaga, belum pulang Kak? Tadi Salma udah kirim pesan minta suruh duluan aja, soalnya Salma mau jalan-jalan dulu sebentar. Maaf juga tadi ga balik lagi ke area konsernya, hehe,” jawab Salma dengan senyuman yang bisa diartikan oleh Arham. “Tadi waktu sehabis ke toilet , ketemu siapa emang?” tanya Arham. “Hah? Engga kok. Salma pure ke toilet terus kebablasan diem di sini aja,” jawab Salma lagi sambil ber 'hehe' ria saja. “Ya udah kalau gitu, ayo pulang. Udah malem, ga baik. Waktunya istirahat,” ajak Arham sambil menarik tangan Salma yang kemudian disetujui pula oleh dirinya. ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ . . . Mentari kembali terbit dari ufuk timur. Jam istirahat sekarang sedang berlangsung. Haidar, lelaki itu kini tengah menghabiskan makan siangnya di kantin kampus bersama Arham sembari mengobrol beberapa bahasan yang penting untuk dibahas. “Jo ngajakin gua lagi buat masuk ke gengnya. Kira-kira, gua terima ga ya?” tanya Haidar. “Mu...